Ibrani 12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak
tergoncangkan, marilah kita mengucap
syukur dan beribadah kepada Allah
menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Dari ayat Ibrani, kita sebagai orang yang telah menerima
kerajaan kekal, kita di ajak untuk selalu mengucap syukur, memang ayat ini
tidak di jelaskan mengucap syukur dalam hal apa tetapi jika kita baca di 1
Tesalonika 5:18 “Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah
yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus
Yesus”.(BIS) .Selain
mengucap syukur Allah juga rindu setiap umatnya beribadah dengan cara yang berkenan Kepadanya.
mengucap syukur Allah juga rindu setiap umatnya beribadah dengan cara yang berkenan Kepadanya.
Ibadah yang berkenan kepada Tuhan, kadang banyak menjadi
pertanyaan bagi sebagian orang percaya, apakah kalau ibadah yang berkenan
kepada Tuhan itu artinya memberi persembahan uang yang paling banyak, datang ke
gereja dari pagi sampai malam, menyiksa tubuh kita dengan alasan supaya menjadi
lebih suci dan kudus, harus mati sebagai martir, dll.
Bagaimana ibadah yang berkenan kepada Allah ?
1. 1. Mempersembahkan
Tubuhmu
"… supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus
dan yang berkenan kepada Allah…
Tuhan menghendaki ibadah yang
berkenan adalah mempersembahkan tubuh yang hidup dan kudus. Kenapa sampai Rasul
Paulus menyampaikan nasehat ini begitu penting, karena pada dasarnya tubuh
manusia ini adalah rentan terhadap dosa, tidak kudus? Tetapi setelah ditebus
oleh darah Yesus, manusia yang penuh dosa ini diubahkan oleh Tuhan, tetapi ada
hal yang harus dikerjakan dan dilakukan supaya tetap dalam keadaan berkenan,
dan dosa tidak berkuasa dan mempengaruhi hidup kita lagi, dengan cara tetap
jaga dan waspada terhadap tipu daya dunia, seperti yang rasul Paulus katakan:
Roma 6:12 “Dan
janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai
sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai
orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah
anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran”.
2.
2. Memperhatikan Yatim Piatu dan Janda-janda miskin
“ Ibadah
yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi
yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka,….”
Tuhan menghendaki kita untuk menjadi saluran berkat bagi
mereka yang membutuhkannya, dan jika kita ingin berbahagia kita harus berbagi
kepada orang-orang miskin.
Seperti yang Tuhan katakan :
Lukas 14: 12 – 14 “Dan Yesus berkata juga
kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan
siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau
saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya,
karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan
demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan,
undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan
orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai
apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada
hari kebangkitan orang-orang benar."
0 komentar:
Post a Comment